Sunday, November 16, 2014

TANGISAN PARA ULAMA !


Suatu kali seorang tabi’in, muhammad bin munkadir menunaikan shalat malam, tiba-tiba dia menangis dan isakan tangisnya semakin tak mampu ditahnya. Sehingga keluarganya terkejut dan bertanya kepadanya,”apa yang menyebabkan kamu menangis? Muhammad bin munkadir tak dapat menjawab, dan masih dalam keadaan menangis. Akhirnya mereka berinisiatif meminta tolong kepada abu hazim yang dikenal sebagai ulama yang juga teman Muhammad bin Munkadir untuk menasehatinya. Tak lama kemudian, abu hazim datang sementara Muhammad bin Munkadir masih menangis. Abu hazim berkata , “wahai saudaraku, apa yang menyebabkan anda menangis? Anda telah membuat khawatir keluarga anda. Apakah karena suatu penyakit? Atau apa sebenarnya yang menimpa anda? Dia menjawab,”sungguh bacaanku sampai pada suatu ayat dalam kitab allah-azza wa jalla-lalu saya menangis”. Abu hazim bertanya:’ayat yang manakah itu?” Dia menjawab,”Firman Allah  (yang artinya),”Dan jelaslah bagi mereka azab dari allah yang belum pernah mereka perkirakan”.(QS Az-Zumar:47)

            Mendengar ayat tersebut dibacakan, Abu Hazim turut menangis bersamanya,bahkan keduanya makin larut dalam tangisan. Sehingga ada anggota keluarga berkata pada Abu Hazim ,”kami mengundang anda supaya menghilangkan kesedihanya namun ternyata anda malah membuatnya makin larut dalam kesedihan.”


            Begitulah keadaan ulama sejati,ilmu dan amalnya menambah rasa takutnya kepada Allah.

MENULIS


Perintah pertama yang turun dari langit adalah,”iqra” (bacalah). Membaca merupakan satu kunci tersendiri untuk menimba ilmu. Setelah kita mampu untuk membaca, kita dituntut untuk menulis sebagai sarana peningkat ilmu yang kita miliki. Kemudian, barulah mengajarkan atau berdakwah kepada masyarakat umum.
                Banyak orang menganggap remeh menulis walaupun hanya sekedar menyalin kembali. Padahal banyak manfaat yang diraih. Orang yang enggan mengikat ilmu dengan menulis, diumpamakan sebagai pemburu yang tidak mengikat hasil buruan dan dibiarkan lepas begitu saja.
                Imam Nawawi mengatakan,”janganlah seseorang meremehkan suatu faidah dalam bidang apa saja yang ia lihat atau ia dengar tetapi hendaknya ia segera menuliskanya. Lalu, ia tekun menela’ah apa saja yang ia tuliskan.”Beliau melanjutkan,”Janganlah seseorang menunda-nunda memperoleh faidah walaupun sedikit. Jika ia mampu melakukanya meskipun ia merasa yakin akan mendapatkanya kemudian.” Ini merupakan nasehat yang amat berharga dan sebuah wejangan dari seseorang imam besar. Maka, berpegang teguhlah padanya, niscaya anda akan beruntung.
                Berapa banyak orang pintar menyampaikan kesedihanya dan penyesalanya terhadap berbagai faidah yang belum sempat ia tulis sehingga hal itu hilang begitu saja. Atau ia hanya berpegang pada ingatanya (hafalanya), tetapi hafalanya ‘berkhianat’,lupa dan hilang faidahnya itu.
                Iman bukhari yang terkenal banyak hafalanya , setiap malam berkali-kali bangun untuk menuliskan hal-hal bermanfaat yang ia peroleh. Sorang perawi yang bernama Al-farabi berkisah,”ketika saya berada di rumah Muhammad bin Ismail (Imam Bukhari) pada suatu malam. Saya menghitung bahwa ia bangun dan menyalakan lampu sebanyak 18 kali dalam semalam untuk mengingat-ingat segala yang dia tulis.
                Dalam biografi imam zarkasyi (wafat th.791 H),pengarang kitab Al Bahrul Muhith dan kitab-kitab lain, Al hafidz Ibnu Hajar Al’asqalani menyebutkan bahwa ia berulang kali ke toko buku. Jika ke sana, sepanjang hari ia akan menelaah beberapa kitab hasilnya dan karanganya. Selain itu, banyak sekali ulama yang telah membukukan beberapa faidah berharga seperti ini dalam kitab-kitab tersendiri. Misalnya, kitab Al Funun karya Ibnu Uqaik, yang dalam hal ini merupakan kitab yang paling besar.
Manfaat Menulis
                Menulis, selain membuat kita memiliki pengikat ilmu yang kuat ternyata mempunyai beberapa manfaat yang tidak kalah pentingnya.antara lain :

1.       Mengajak anda berpikir lebih sistematis.
Banyak orang yang dianggap brilian, tetapi carut-marut untuk menyampaikannya kepada orang lain atau hanya sekedar berbicara tetapi tidak dapat ditangkap isi pokok dari pembicaraan. Maka, hal tersebut dapat diantisipasi jika kita terbiasa dengan bahasa tulisan. Ketika kita menulis, kita memiliki kesempatan untuk mengedit tulisan-tulisan kita kembali. Kita bisa menata pikiran yang berantakan menjadi lebih rapi. Bisa membuang bagian-bagian yang tidak terlalu penting,sehingga kita bisa mendapatkan hubungan sebab akibat yang logis,sistematis,tanpa direcoki terlalu banyak bumbu yang memusingkan.
2.       Mengendalikan emosi
Apabila kita sedang sedih atau marah besar, para ahli jiwa menyarankan agar kita sering-sering menulis untuk melatih kecerdasan emosi. Jangan mengabaikan katarsis karena sering kali berbuntut destruktif alias kerusakan-kerusakan yang kita ciptakan tanpa pikir panjang. Soalnya, otak kita sedang marah, yang dominan pada otak kita adalah bagian rimitif yang sama dengan otak repitilia.
3.       Berpenghasilan lewat menulis
Bukan hanya kecerdasan yang kita dapat dari manfaat menulis, tetapi juga penghasilan yang cukup menarik jika kita mau menjadi penulis produktif. Gola Gong mengatakan, seandainya kita bisa menulis lima buku saja dalam setahun, maka kita akan bisa hidup laak. Jadi menulis ternyata bisa dijadikan sebagai profesi yang cukup menjanjikan. Apalagi jika tulisan kita ternyata digemari orang. Tapi, ini hanyalah manfaat tambahan yang tidak boleh dijadikan tujuan utama. Tujuan utama haruslah ilmu dan memberi manfaat untuk mendapat pahala.
Menjadi Penulis
                Mereka yang menulis fiksi disebut pengarang dan mereka yang menulis non fiksi disebut penulis.seorang penulis bisa menjadi pengarang,tetapi pengrang pada umumnya sedikit yang menjadi penulis. Hambatanya,menjadi penulis perlu ditopang refrensi yang luas dan mendalam. Apalagi bila yang bersangkutan menulis tulisan yang bersifat akademis atau ilmiah.
                Tetapi bukan berarti bahwa menjadi seorang pengarang itu lebih mudah dibandingkan menjadi penulis. Keduanya memiliki modal utama yaitu dorongan yang kuat untuk menulis (the strong will to write). Bila kita menjadi penulis atau pengarang yntuk mencapaninya adalah menulis –do writing, do it soon,very soon,don’t be postponed.
                Sayangnya, banyak yang ingin menjadi pengarang/penulis tetapi hanya sebatas ingin dan tidak menulis. Alasanya sulit memulai, tidak punya waktu, takut salah, malu atau tidak ada inspirasi/ide yang pas untuk menulis. Akhirnya,proses menulis pun tertunda. Maka,ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar proses kreatif menulis dapat kita gunakan dengan baik. Antara lain; konsentrasi untuk menulis, menghimpun materi yang akan ditulis, tentukan fiksi, non fiksi, menyendiri pada waktu menulis, sediakan ruang yang nyaman untuk bekerja, pastikan tubuh dalam kondisi fit, serta mengkondisikan mood yang baik pada saat ingin menulis.

Mengolah Kata = Senjata
                Menulis bukan sekedar membuat kalimat, melainkan diperlukan kamampuan mengolah kata. Kata-kata yang diolah juga bukan sembarang kata. Melainkan kata-kata yang dipilih untuk dijadikan media tulis. Kata-kata yang ditulis ini akan membuat tulisan baik atau buruk,menarik atau membosankan dan mudah atau sulit dipahami.
                Dalam teori kreatif menulis untuk menjadi seorang penulis / pengarang, pertama-tama harus mampu memilih kata-kata yang akan dijadikan media tulisanya. Sebab, ksts-ksts merupakan senjata utama bagi penulis/pengarang untuk’menaklukan pembaca’. Agar dapat memilih dengan leluasa,maka setiap pengarang/penulis wajib kaya atau punya koleksi kosa kata yang tak terbatas,untuk dirangkai menjadi kalimat.
                Sahabat , pada akhirnya marilah kita menjadikan menulis sebagai sarana pengikat ilmu. Agar ilmu yang kita miliki tidak meudah kabur begitu saja. Ilmu yang kita sebarkan dengan niat berdakwah,maupun berbagi pengetahuan.semoga menjadi pahala yang tersendiri baik di dunia maupun di akherat kelak maka jangan berhenti menulis.

BERPERANG MELAWAN LAUT


Sejak dahulu, laut sudah menjadi sumber penghidupan. Di dalamnya hidup berbagai jenis ikan yang bisa djadikan sumber makanan bagi manusia. Laut juga bisa menjadi “jalan” yang menghubungkan berbaga tempat tempat di bumi. Para penjelajah zaman dahulu merintis jalan ke berbagai penjuru bumi, menemukan daerah-daerah baru, dengan menggunakan kapal laut.
            Namun bisa jadi, dalam beberapa puluh tahun mendatang,laut akan menjadi musuh bagi manusia. Mengapa? Karena laut perlahan akan menenggelamkan daratan. Ya , perlahan tetapi pasti, tinggi muka air laut terus meningkat. Meningkatnya suhu rata-rata bumi mencairkan gunung-gunung es  yang ada di kutub. Mencairnya es di kutub akan menambah volume air laut.
            Menurut para ahli, selama abad ke-20 tinggi muka air di seluruh dunia telah meningkat 10-25 cm, dan pada abad ke-21,di prediksi akan terjadi peningkatan muka air lauit 9-88 cm. Di tahun 2100 akan terjadi peningkatan air laut hingga 15-90 cm.

Apa artinya ?
            Meningkatnya permukaan air laut akan mengakibatkan berkurangnya wilaah daratan dan tenggelamnya beberapa pulau kecil. Permukaan laut yang lebh tinggi juga menyebabkan abrasi parah di wilayah pantai. Daratan yang tadinya tak tersentuh air laut, mungkin saja akan tenggelam. Padahal, kebanyakan kota-kota besar dunia berada di daerah pantai.
            Maka saat itulah, laut siap menebarkan bencana bagi manusia. Bencana yan disebabkan karena ulah manusa yang terus menerus menimbulkan kerusakan bumi.


“Katakanlah :”siapakaha yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di danarat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut(dengan mengatakan: “sesungguhnya jika dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur”.”(QS.Al-An’am:63)

Wednesday, November 12, 2014

OH LIBERAL



Satu misi kelompok liberal sudah hampir sukses mereka capai.


Mereka seperti pelari olimpiade sepanjang hari tak pernah berhenti berlari untuk menarik nafas dan beristirahat,terus lari.

Justru musuhnya sedang asik mempersiapkan bekal,duduk santai mencari popularitas dan dukungan.

Yang di bahas hanya ikhlas dan sabar.
Terlalu banyak kertas sakti yang tersumpal dalam mulut mulut pendeta.
Lantas percuma lensa lensa yang di pajang di depan kotak kaca yang ketika mereka bicara hanya membuat jutaan orang tertawa,dan sebagian orang mengelus dada.
Sebagaian saudaranya sibuk memperkaya diri,sebagian sibuk merebut posisi tertinggi tujuanya sama,memperkaya diri.
Yang punya gerbang pergi,pintunya di kunci,kuncinya di buang.
Yang mencari kunci masuk bui di sangka pencuri.
oh liberal,mereka membenci kalian tetapi tombak tombak mereka mengarah ke kami.
sayangnya sang raja kehidupan berpihak kepada kami.

Thursday, April 10, 2014

YAHUDI DAN TANAMAN MEREKA “GHARQAD”


Dari Abi Hurairah ra. bahawa Nabi SAW bersabda, "Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian (muslimin) memerangi Yahudi, kemudian batu berkata di belakang Yahudi," Wahai muslim, inilah Yahudi di belakangku, bunuhlah! "(HR Bukhari dan Muslim dalam Shahih Jami 'As-Shaghir no. 7414)

لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمون اليهود, فيقتلهم المسلمون حتى يختبئ اليهودي من وراء الحجر والشجر, فيقول الحجر أو الشجر: يا مسلم, يا عبد الله, هذا يهودي خلفي, فتعال فاقتله .. إلا الغرقد, فإنه من شجر اليهود "(ذكره في: صحيح الجامع الصغير أيضا -7427)

Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga muslimin memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu atau pohon berkata, "Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian), kerana termasuk pohon Yahudi." (HR Muslim dalam Shahih Jami 'As-shaghir no. 7427)

Hadis di atas dari segi kekuatan sanadnya termasuk hadits shahih tanpa perbezaan pendapat. Dan termasuk dari tanda-tanda kenabian Rasulullah SAW yang berkaitan dengan mukjizat berkenaan peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Namun ada perkara yang kurang kita sadari selama ini. yaitu bahawa hadis ini baru terasa relevan di zaman sekarang ini saja. Sepanjang 14 abad lamanya, setiap orang yang membaca hadis ini di zamanya, akan sedikit berkerut kening. Mengapa?

Sebab di masa mereka hidup, sejarah Yahudi tidak seperti sekarang. Mereka belum lagi menjadi sebuah "negara" super power. Keangkeran Yahudi dengan negara Israelnya belum pernah berlaku sepanjang 14 abad lalu. Keberadaannya baru muncul di abad 20 ini atau abad 14 hijrah.

Orang Yahudi sepanjang sejarah Islam, selalu berada di bawah perlindungan negeri-negeri Islam. Komuniti Yahudi selalu dimusuhi oleh semua bangsa dan negara sepanjang sejarah. Orang Yahudi pernah diseksa oleh Nazi Jerman di zaman Hitler(Nanti kita bahas di kisah selanjutnya). Hampir tidak ada tempat untuk Yahudi kecuali di dalam negeria Islam. Mereka hidup aman semas tinggal di wilayah khilafah Islam, kerana undang-undang Islam melarang memerangi ahlu zimmah (kafir zimmi).

Salah satu penguasa yang anti Yahudi adalah Sepanyol Kristian. Ketika Sepanyol dikuasai rejim Katolik, bukan hanya umat Islam yang diusir, tetapi juga kalangan Yahudi. Tidak ada satu pun tanah di dunia ini yang mahu menampung bangsa ini, kecuali penguasa muslim Turki Uthmaniyah.

Maka selama 14 abad lalu, hadis ini cukup menghairankan umat Islam. Bagaimana mungkin umat Islam yang selama ini melindungi bangsa Yahudi serta mengharamkan darah mereka, lantaran mereka termasuk ahlu zimmah, tiba-tiba akan memerangi Yahudi sampai mati. Bahkan batu dan pohon akan memerintahkan umat Islam untuk membunuh mereka juga.

Teka-teki hadis ini baru terjawab pada tahun 1948, ketika masyarakat Yahudi dunia melakukan pencerobohan dan menjajah sebuah negera Islam merdeka, Palestin. Pada tahun 1967 semakin jelas lagi hadis ini, kerana ternyata komuniti Yahudi yang selama 14 abad hidup di bawah perlindungan, asuhan dan kerahiman umat Islam, tiba-tiba berubah menjadi serigala liar yang mengakibatkan perang Arab-Israel.

Barulah di masa sekarang ini hadis ini menjadi lebih berarti, setelah terbongkarnya misteri. Ternyata Yahudi yang selama ini hidup di bawah asuhan dan kasih sayang umat Islam, tiba-tiba menjadi makhluk buas pembunuh nyawa.

Dan menarik untuk diperhatikan, bahawa Yahudi sudah mempersiapkan apa yang mereka dapat di masa sekarang ini sejak sekian lama. Bahkan ada yang mengatakan sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Konon terbentuknya negara-negara super power, penjajahan barat atas dunia timur, naiknya para pegawai masing-masing di negara kuasa besar, semua tidak terlepas dari sinario mereka. British di masa lalu dan Amerika di masa sekarang, tidak lain hanyalah alat yang disiapkan untuk mewujudkan cita-cita pembentukan Israel.

Kerana itu mustahil meminta Amerika untuk menekan Israel agar menghentikan serangan mereka ke negeri Islam. Adanya hak veto di PBB semakin membuktikan bahawa PBB pun termasuk bahagian dari alat yang dicipta oleh mereka.

Kepastian Kekalahan Yahudi
Selain misteri hadis ini di abad 14 hijrah, hadis ini sangat tegas menyebutkan kepastian kehancuran bangsa pengingkar Allah dan nabi ini. Bahkan pohon dan batu pun akan ikut membantu umat Islam dalam menumpaskan mereka.

Kerana itu, hadis ini juga menjadi penghibur derita, pelipur lara dan penjanaan harapan buat umat Islam yang sempat merasakan kebengisan Yahudi secara lebih nyata. Bahawasanya Israel yang bukan manusia itu pasti akan dikalahkan, mati kutu dan mati. Ini adalah sebuah kepastian, kerana yang berkata bukan sebarang orang. Yang berkata adalah seorang yang paling dekat kepada Allah SWT, iaitu Nabi Muhammad SAW.

Yang menarik juga, di dalam hadis ini Rasulullah SAW menyebutkan sebuah nama pohon, iaitu Gharqad. Pohon ini milik Yahudi, sehingga kalau ada Yahudi sembunyi di baliknya dari kejaran umat Islam, pokok ini tidak akan berbicara. Sebaliknya, pokok ini akan melindungi Yahudi, kerana pokok ini milik mereka.

DAN MENGAPA POHON GHARQAD ITU MELINDUNGI YAHUDI ?

Benar bahawa semua benda itu ciptaan Allah. Seharusnya semuanya tunduk dan patuh kepada kehendak-Nya. Bukan hanya pohon, bahkan tanah, langit, bumi, dan semua kandungannya, tunduk kepada Allah, baik secara terpaksa mahupun secara sukarela.Sebenarnya jin kafir atau Iblis sekalipun, juga makhluk ciptaan Allah. Kalau Allah kehendaki, boleh saja Iblis tidak kafir. Kalau Allah kehendaki, boleh saja tidak ada senario Iblis ingkar atas perintah Allah SWT untuk sujud kepada Adam alaihissalam.

Tapi yang kita tahu, semua itu adalah kehendak Allah SWT. Sehingga kita dapati Iblis melakukan tindakan kemungkaran yang dilarang, bahkan membangkang terhadap perintah Allah SWT. Kalau pakai logik anda, seharusnya Iblis tidak boleh membangkang, bukankah dia itu makhluk Allah?

Tetapi sekali lagi, kita beriman kepada Allah SWT dan juga kepada sifat-sifat-Nya. Dan salah satu sifat Allah SWT adalah berkehendak. Di antara kehendak-kehendak Allah itu, Allah SWT ternyata menghendaki Iblis membangkang. AKan tetapi bukan pada tempatnya untuk mempersoalkan Allah SWT atas setiap kehendaknya.

Dan itulah bezanya tuhan dan bukan tuhan. Tuhan itu berkehendak dan tidak perlu ditanya-tanyai latar belakang semua yang dikehendaki-Nya. Sebaliknya, hanya yang bukan tuhan saja yang boleh ditanya-tanyai kalau bertindak. Kalau kita melakukan dosa dan maksiat atau hal-hal lain yang tidak senonoh, maka kita akan disoal dan harus bertanggung-jawab, paling tidak nanti di akhirat.

Sedangkan tuhan, tidak perlu dan bukan dalam kedudukan untuk disoal siasat, mengapa melakukan ini dan mengapa melakukan itu. Sebab hakikat tuhan adalah mutlak, mutlak, tidak perlu menjelaskan apa yang dikehendaki-Nya.

Kembali ke pohon Gharqad, tentu saja bukan kafir. Sebab istilah kafir itu hanya berlaku untuk dua jenis makhluk saja, iaitu jin dan manusia. Selebihnya semua tunduk kepada apa yang Allah kehendaki.

Maka pohon Gharqad itu kalau kita lihat dari kacamata hakikat, sangat tunduk kepada Allah. Tunduk kepada senario dari Allah untuk menjadi pohon yang melindungi Yahudi di akhir zaman. Tetapi tidak perlu kita anggapkan sebagai pohon kafir.

Yang kafir itu hanyalah Yahudi, iaitu mereka ingkar dan membangkang dari ketentuan Allah SWT yang bersifat formal. Akhirnya nanti Yahudi akan masuk neraka semuanya dan tidak keluar lagi dari sana selamanya. Kecuali Yahudi yang bertaubat dan sempat masuk Islam, maka mereka adalah saudara kita.
POHON GHORQOD
Mereka sekarang ini berlomba-lomba menanamnya di berbagai tempat dari negeri jajahan di Palestina. Itu semua tidak dilakukan, kecuali karena mereka tahu dan yakin dengan apa yang dikabarkan oleh Nabi kita Muhammad saw.
Kita semua mengetahui bahwa Yahudi akan bersembunyi di belakang batu dan pohon, dan batu serta pohon-pohon akan mengatakan, “Wahai hamba ALLAH, wahai muslim, ini ada Yahudi sedang bersembunyi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia!” Kecuali pohon Ghorqod, karena ia adalah pohon Yahudi. Akan tetapi sedikit dari kita yang tahu bentuk dan rupa pohon yang satu ini.

TEMPAT-TEMPAT PENANAMAN POHON YAHUDI DI WILAYAH PALESTINA

1. Hutan laut tengah dan hutan semak belukar (2209 spesies).
2. Semi padang rumput dan hutan semak belukar (1434 spesies).
3. Semak belukar yang berumput (1062 spesies).
4. Padang pasir dan padang pasir yang ganas (1058 spesies).
5. Tumbuh-tumbuhan hijau di Gunung Hermon (991 spesies).
Al-’Ausaj atau Ghorqod, si pohon Yahudi.
Nama Latin : Lycium shawii roem, nama lainnya Lycium arabicum schwiein fex, dan Boiss lycium persicum miers.
Nama pohon yang dikenal: Ausaj, Ghorqod, Sahnun, dan pohon Yahudi. dinamakan demikian (Ghorqod), karena sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang mulia, Rasulullaah saw bersabda tentang peperangan majdaliun (Armageddon), bahwa Yahudi akan bersembunyi di balik pohon apa saja, dan pohon-pohon tersebut akan menyingkap keberadaan mereka dengan mengatakan, “Ada Yahudi sedang bersembunyi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia!” Kecuali pohon Ghorqod, ia tidak mau menunjukkan kalau ada Yahudi di balik mereka. Wallaahu a’lam.
Nama rumpun tumbuhan : Solanaceae (rumpun terong-terongan).

SIFAT POHON GHORQOD
Pohon yang berduri keras dan durinya beracun, tingginya biasanya mencapai 1-2 meter, tetapi saya dengan mata kepala sendiri melihat sebagian pohon ini di Bukit Saina’, tingginya mencapai 5 meter.
Akarnya mengeluarkan duri dan zaghab (bulu), khususnya pada bagian ujung. Daunnya berbentuk seperti sendok kecil, berwarna hijau segar, biasanya sekumpulan 3 daun dilengkapi dengan duri-duri di sampingnya. Sedangkan bunganya berwarna putih kebiru-biruan, dan buahnya berwarna merah seukuran dengan biji buah himsh, kurang lebih seperti itu.
Masa bunga dan buah : pada musim semi dan musim panas.
Manfaat medis : untuk mengobati penyakit tidak bisa buang air, dan buahnya bermanfaat untuk mengobati penyakit usus besar (anat), dan untuk mengobati penyakit kuning.
Pohon ini selalu berdaun di sepanjang musim, sedangkan pertumbuhannya mengalami pembaharuan pada interval antara bulan Maret-April, bunganya berbentuk buqiyyah (seperti terompet), dengan warna merah lembayung (violet) cerah, atau putih dengan lima daun, buahnya bulat dengan warna oranye atau merah, lebih kecil daripada biji himsh (dalam bhs Inggris: chick-pea), buahnya bisa dimakan, tetapi rasanya asam seperti tomat. Seekor unta jika sakit akan mencari dan mendatangi pohon ini untuk dimakan.
Pada musim semi, pohon ini dipenuhi oleh burung, dan burung pemangsa kecil seperti shuradmenggunakannya untuk menyimpan mangsa di duri-durinya.
Pohon yang hidup untuk waktu yang lama, tingginya kira-kira 2 meter, daun-daunnya seperti lingkaran, diselingi oleh duri-duri tajam, bunganya putih pucat dengan ukuran kecil, buahnya merah dan kecil seperti tomat. Disebut dengan al-Misha’, ia adalah makanan kesukaan burunghubara (jenis burung berbadan besar dan berkaki panjang).

Dialah pohon Yahudi yang sekarang ini Bangsa Yahudi beramai-ramai menanamnya, karena disebutkan kelak di akhir zaman, batu dan pepohonan bisa berbicara, mereka mengatakan, “Wahai muslim, ini ada Yahudi sedang bersembunyi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia!” kecuali pohon Ghorqod, wallaahu a’lam.
Pohon ini tumbuh di tanah yang keras dan rapat, serta berbatu.

Proyek Internasional Ghorqod

Tidak diketahui secara pasti kapan kaum Zionis-Israel menanami Tanah Palestina dengan pohon Ghorqod. Hanya saja, melalui website Jewish National Fund (www.jnf. Org), di bagian JNF Store (Tress for Israel Certificate), disebutkan bahwa di Tanah Palestina telah ditanami sebanyak 220 juta batang pohon Ghorqod.
Uniknya, dengan serius dan profesional, kaum Zionis juga mengiklankan di dalam situs tersebut bahwa siapa saja bisa membeli pohon Ghorqod secara online dan kemudian menyumbangkannya ke Israel untuk ditanami di Tanah Palestina. Harga sebatang pohon tersebut sebesar US$18, dan barangsiapa yang membeli tiga batang seharga US$36 akan mendapat satu batang gratis.
Bukan itu saja, pengepakkannya pun pembeli bisa memilih dengan memakai plastik (dikenai tambahan biaya US$10 perbatang) atau dengan peti kayu (US$50 perbatang). Dan untuk waktu pengirimannya, pembeli bisa memilih antara yang super cepat (US$30 perbatang, dijamin sampai di Tanah Palestina hanya dalam waktu 2 hari), cepat (US$15 perbatang dengan waktu 3 hari), dan reguler (tidak disebutkan). Untuk keterangan lebih lanjut, mereka juga menyediakan sebuah nomor hubungan internasional (888) JNF-0099 dan 1-800-542-TREE. Hanya mata uang dollar AS yang diterima sebagai pembayaran yang sah.
Pertanyaannya kemudian, adakah orang Indonesia yang sudah memesan pohon ini untuk ditanam di Tanah Palestina?

Yahudi amat sangat percaya dengan hadits ini dan sekarang mereka telah menanam berjuta-juta pohon ini di bumi Palestina untuk persiapan tempat bersembunyi mereka ketika terjadi perang besar nanti.. SUBHAANALLOOH!!!
Teman-temanku semua yang saya cintai, sikap seorang mukmin ketika mendengar ayat-ayat Allah dan hadits yang shahih adalah mengimaninya dan meyakininya, bukan menolaknya, apalagi hanya dengan dasar akal yang dangkal.
Hadits tersebut adalah shahih menurut semua ulama karena diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim, melalui jalan shahabat Abu Hurairah dan Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhum.
Fungsi akal itu adalah untuk tunduk kepada ayat-ayat Allah dan hadits yang shahih, dan bukan menentangnya. Berapa banyak orang yang diadzab oleh Allah karena menyalahgunakan fungsi akalnya.
Kalau belum bisa memahami hendaklah ditanyakan kepada yang memahaminya dan bukan serta merta menolaknya tanpa dasar apapun, hanya mengedepankan akal yang penuh syubhat dan keraguan.
Fadhilatusy Syaikh DR. Muhammad bin Sholeh Al-Munajjid dalam salah satu fatwanya menjelaskan bahwa para ulama seperti Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin rahimahullah,  Fadhilatusy Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad hafidhahullah, Fadhilatusy Syaikh DR. Umar Al-Asyqor serta yang lainnya berpendapat bahwa bahwa peperangan di akhir zaman nanti adalah kembali seperti zaman dahulu kala sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits shahih, yaitu menunggang kuda, onta dan semisalnya serta bersenjatakan pedang, panah, tombak dan semisalnya.
Para tokoh pejuang Hamas Palestina ketika ditanya tentang foto pohon Ghorqod membenarkan bahwa jenis pohon itulah yang dimaksud dalam hadits tersebut.






SEMOGA ALLAH SELALU MENJAGA KEIMANAN KITA DAN MENYELAMATKAN KITA DARI MUSIBAH
AKHIR ZAMAN !



MA'AFKAN AKU IBU !



Dulu aku pernah berlaku bodoh.

ketika aku berteriak memanggil ibuku yang sedang duduk sedih pada sebuah sudut.
lalu ibuku menangis sambil berkata !
"engkau tidak tahu saat engkau dilahirkan,sehingga berlaku kasar kepadaku"?


betapa manisnya perkataan wanita tua kepada putranya,saat ia melihat putranya bisa mengalahkan seekor harimau dan mempunyai tubuh seperti seekor gajah !

"Jika engkau mengingat hari kelahiranmu,
betapa memelasnya dirimu dalam pelukanku.
mulai hari ini janganlah berlaku kasar
karena engkau adalah seorang lelaki yang berkekuatan singa,
sementara aku hanyalah wanita tua yang lemah" 
" Gulistan sa'di "

Sunday, April 6, 2014

TIBERIAS DAN KEDATANGAN DAJAL


QUHAFAH.BLOGSPOT.COM
Danau Tiberias adalah danau air tawar yang terletak di antara bagian bawah Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Suriah dan Dataran timur kota Galilea Palestina. Garis pantainya membentang sepanjang 53 km dengan luas 166 km2. Bagian terdalam dari danau ini mencapai kedalaman 46 M. Danau ini secara geografis terletak di wilayah Palestina dan Suriah, tetapi secara politis saat ini dikuasai oleh penjajah zionis Israel. Danau yang terletak pada posisi 213 di bawah permukaan laut ini terhitung sebagai danau air tawar terendah di dunia, dan danau kedua terendah secaa umum setelah danau Laut Mati yang berasa asin. Danau Tiberias merupakan sumber pasokan utama kebutuhan air bersih Penduduk Palestina dan penjajah Israel. Selain itu Danau ini merupakan lokasi penting bagi pemeluk Semua agama samawi.
Orang-orang Yahudi mernbangun permukiman mereka di tepi Danau Tiberias, juga resort dan penginapan bagi petinggi militer Israel, mengingat posisinya yang berdekatan dengan perbatasan Palestina dan Suriah, sebagai antisipasi penyusupan pihak-pihak yang tidak mereka kehendaki, Wilayah ini pun menjadi kawasan wisata elit bagi militer dan pemerintah Israel. Mereka melengkapi kawasan ini dengan berbagai properti layaknya daerah tujuan wisata ala Eropa yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas maksiat dan bersenang-senang, sehingga terkenal sebagai tempat berselingkuh para prajurit dan pejabat militer Israel, demikian juga dengan sebagian politisi dan tokoh-tokoh mereka. Demikian sepintas tentang danau Tiberias saat ini.
Adapun keterkaitannya dengan kemunculan Dajjal, sebagaimana yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa turunnya permukaan air danau ini menjadi salah satu tanda-tanda kedatangan Dajjal. Saat ini permukaan air Danau Tiberias telah mengalami penyusutan. Ini tentu menjadi musibah bagi kita semua, karena masa kemunculan Dajjal semakin dekat, sedangkan kedatangannya itu akan membawa fitnah yang besar bagi umat Islam di mana saja mereka berada; sebagian besar manusia terkena fitnah tersebut. Sang Dajjal, saat kemunculannya, mengaku sebagai Tuhan, mengaku sebagai yang memiliki surga dan neraka. Dalam keterangan tentang Dajjal dinyatakan bahwa kaum wanita adalah yang terbanyak mendatanginya sehingga para laki-laki pulang menemui ibu, putri, saudari, dan bibi mereka, mengikat mereka dengan kuat, karena takut wanita-wanita itu keluar menemui Dajjal. Oleh karena itu Rasulullah shallallahun ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hal yang paling saya takutkan akan menimpa kalian adalah al-Masih ad-Dajjal.”
Agar lebih jelas apa dan mengapa dengan sosok Dajjal ini, berikut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari riwayat Fatimah bind Qais radhiyallahu ‘anha. Dalam riwayat tersebut dinyatakan bahwa dia berkata, “Saya mendengar juru panggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru: Shalat Jama’ah! Shalat jama’ah” (panggilan seperti ini biasanya hanya pada waktu shalat atau apabila ada sesuatu yang sangat penting). Fatimah binti Qais melanjutkan, “Maka saya pun pergi ke masjid dan shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan saya berada pada shaf pertama para wanita. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah selesai beliau duduk di atas mimbar.
Beliau tertawa kemudian berkata,’Hendaklah masing-masing tetap di tempat! Tahukah Anda semua mengapa saya kumpulkan?’
Para Shahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu:
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bukan karena suatu kabar gembira, bukan pula karena suatu ancaman, tetapi karena Tamim ad-Dari tadinya seorang pemeluk Nasrani lalu dia datang menyatakan keIslamannya dan menceritakan kepada saya kejadian yang sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian semua tentang al-Masih ad-Dajjal. Dia menceritakan kepada saya bahwa dia berlayar dengan tiga puluh orang dari Lakhm dan Juzam, lalu ombak besar membuat mereka terombang ambing di lautan sebulan lamanya hingga akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau di arah timur matahari. Mereka pun turun dan duduk beristirahat dekat kapal mereka lalu memasuki pulau tersebut. Mereka kemudian bertemu dengan makhluk melata yang dipenuhi bulu. Saking banyaknya bulunya mereka tidak tahu mana bagian depan dan bagian belakangnya. Mereka berkata, Makhluk apakah Engkau ini?’
Makhluk itu berkata, Aku adalah Jassasah (Pengintai).’
Mereka bertanya, Apa itu Jassasah?’
Makhluk tu menjawab, ‘Pergilah kalian menemui laki-laki yang ada digedung besar sana, dia sangat ingin mendengar berita dari kalian.’
Tamim berkata, ‘Ketika dia menyebut nama seorang laki-laki, kami takut bahwa makhluk itu adalah setan. Maka kami pun bergegas pergi sampai kami menemukan bangunan besar itu lalu masuk ke dalamnya. Disana ada seorang manusia yang paling besar dan paling kuat yang pernah kami lihat. Kedua tangannya terbelenggu ke lehernya diantara kedua lutut dan sikunya. Kami berkata, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah engkau ini?’
Dia menjawab, kalian mampu menemukanku, beritahu saya siapa kalian ini!’
Mereka (Tamim dan rombongan) menjawab, ‘Kami adalah orang-orang Arab, kami naik kapal laut, tiba-tiba ombak pasang dan kami pun terombang-ambing selama satu bulan sampai akhirnya terdampar di pulau Anda ini. Kami pun merapat dan memasukinya. Tiba-tiba kami bertemu  dengan makhluk melata yang berbulu sangat lebat sehingga sulit mengetahui mana depan dan mana bagian belakangnya. Kami berkata kepadanya, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah kau ini?’
Dia menjawab, Aku adalah jassasah (Pengintai).’
Kami pun berkata, Apakah jassasah itu?’
Dia berkata, ‘Pergilah temui laki-laki yang ada di bangunan besar itu karena dia sangat ingin mendengarkan berita dari kalian!’
Maka kami pun bergegas menemuimu, dan merasa takut dengan makhluk itu dan menyangka dia adalah setan.
Laki-laki besar itu berkata, ‘Beritahukan kepada saya tentang kebun kurma Baisan!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, ‘Tentang pohon-pohon kurmanya, apakah masih berbuah?’ Kami berkata, ‘Ya.’ Dia berkata, ‘Ketahuilah karma-karma itu hampir tidak lagi berbuah.
Beritakan kepadaku tentang danau Tiberias!’ Kami pun berkata, ‘Tenting apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah di sana ada airnya?’ Kami menjawab, ‘Danau itu banyak airnya, ‘Dia berkata, ‘Ketahuilah airnya tak lama lagi akan habis.
Beritahu saga tentang sumber air Zagar!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah masih banyak airnya? Apakah penduduk sekitarnya memanfaatkan airnya untuk bercocok tanam?’ Kami menjawab, ‘Ya, airnya banyak, penduduk sekitar memanfaatkannya untuk bercocok tanam.’
Dia berkata, ‘Beritakan kepada saya tentang Nabi kaum yang ummi, apa yang telah dilakukannya?’ Mereka menjawab, ‘Dia telah muncul di Mekkah dan tinggal di Yasrib,’ Dia berkata, Apakah orang-orang Arab memerangi mereka?’ Kami menjawab, ‘Ya.’ Dia berkata, Apa yang dilakukannya kepada mereka?’ Maka kami pun memberitahurnya bahwa telah tampak para pengikutnya dari kalangan orang-orang Arab, mereka mematuhinya. Dia berkata, ‘Itu sudah terjadi?’ Kami menjawab, ‘Ya,’ Dia berkata, jika demikian maka yang terbaik bagi kalian ialah mematuhinya. Aku beritahukan kepada kalian siapa sesungguhnya aku ini. Aku adalah al-Masih, hampir datang waktunya aku diizinkan keluar, lalu akan berjalan mengelilingi bumi, tidak satu kampung pun yang tidak kusinggahi dalam waktu empat puluh malam kecuali Mekkah dan Taibah karena keduanya diharamkan atasku. Setiap kali aku berusaha untuk memasuki salah satu dari keduanya aku akan dihadang oleh Malaikat yang memegang pedang mengusir saya menjauhi kedua kota itu. Setiap celah kota itu dijaga oleh para malaikat.”‘
Fatimah binti Qais (perawi hadits) berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghentakkan tongkat beliau ke mimbar dan berkata, ‘Inilah Taibah, inilah Taibah (maksud beliau Madinah). Bukankah saya pernah menyampaikannya hal seperti ini kepada kalian?’ Para hadirin menjawab, ‘Benar,’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, ‘Sesungguhnya apa yang disampaikan oleh Tamim membuatku kagum karena sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian tentang Dajjal, Madinah dan Mekkah. Dia berada di laut Syam atau laut Yaman; bukan, tetapi dia ada di timur, dia ada di timur, dia ada di timur!’ Beliau pun memberi isyarat dengan tangannya ke arah timur. Fatimah melanjutkan, “Maka saya pun menghafalnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Dengan demikian tidak asing lagi bagi kita semua bahwa turunnya permukaan air Danau Tiberias merupakan salah satu pertanda semakin dekatnya kemunculan Dajjal. Zionis Israel saat ini dilanda kecemasan yang tinggi karena debit air Danau berkurang secara signifikan, karena hal ini berpengaruh besar terhadap sektor pertanian bahkan masa depan mereka di bumi penjajahan. Semenjak tahun 2004 pemerintahan zionis membuat garis merah dan garis hitam untuk mengontrol debit air Danau. Sungguh mengejutkan, semenjak tahun 2004 permukaan Danau mengalami penyusutan setinggi 16 M. Terakhir Menteri Pertanian Zionis menyatakan secara terbuka melalui kantor berita mereka bahwa debit air danau Tiberias mengalami penyusutan yang mengkhawatirkan. Berita ini tentunya tidak saja menjadi ancaman bagi rezim Zionis tetapi juga bagi kita umat Islam, karena penurunan permukaan air danau Tiberias adalah salah satu tanda dekatnya waktu kemunculan Dajjal.
Saya teringat bahwa Syekh Bin Baz rahimahullah sebelum beliau wafat, ketika mendengar berita turunnya permukaan air danau Tiberias, beliau menangis dan berkata, “Inilah zaman kemunculan Dajjal.”
Untuk melengkapi tulisan ini, bersama ini kami lampirkan foto-foto yang menguatkan informasi tentang sudah dekatnya masa kemunculan Dajjal. Kesimpulan ini berdasarkan hadirs yang memberitakan akan menyusutnya debit air danau Tiberias empat belas abad yang lalu dan sekaligus juga memberitakan perihal kemunculan al-Masih ad-Dajjal.
Silahkan bandingkan antara pasangan-pasangan gambar yang kami tampilkan, yang mana salah satunya menunjukkan kondisi Danau dengan debit air masih tinggi dan berikutnya kondisi air Danau saat ini.