Sunday, November 13, 2011

ambon

Video Latihan Perang Laskar Kristus Beredar di Ambon
Jaka | Kamis, 03 November 2011

Ambon (SI ONLINE) - Konflik di kota Ambon diibaratkan bagai api dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa muncul kapan saja. Bahkan upaya untuk membuat kota Ambon bergejolak seolah terus dilakukan. Kini di Ambon marak beredar video pelatihan militer Laskar Kristus. Para tokoh militer dalam video berdurasi 6 menit 21 detik ini berusaha menggalang dukungan perang.Dalam video tersebut juga diperlihatkan pasukan-pasukan salibis tersebut sedang menyandang senapan otomatis M-16.

Dalam video tersebut A. Wattimena salah seorang pemimpin Laskar Kristus memberikan provokasi, “Kita sudah punya komitmen, kita akan perang sampai Tuhan datang!”
Selain A. Wattimena, muncul juga testimoni Fanny Souissa yang mengaku sebagai seseorang sniper. Dengan suara lantang, Fanny Souissa mengajak semua warga Kristen berdarah Maluku untuk datang ke Ambon, dan menantang siapa saja untuk berkelahi sampai mati. “Sekarang ini kalau mau bakalahi datang ke Maluku ke Ambon sini,” ujarnya.
Asal Usul Laskar Kristus
Cikal bakal laskar Kristus, menurut berbagai sumber, berasal dari kelompok preman yang beredar di Ambon sebelum kerusuhan meletus.Sejak 1980-an, kota yang berpenduduk 350 jiwa itu menyaksikan dua kelompok preman bersaing ketat, satu dipimpin Berty Loupati, lainnya dipimpin Agus Wattimena-dua-duanya Kristen.

Berty, yang sebelumnya sempat pula merajalela di Surabaya, menyatukan beberapa kelompok preman Ambon, seperti kelompok Van Boomen, Papi Coret, dan Sex Pistol. "Federasi" baru para preman ini dibabtis dengan nama Coker alias Cowo Kristen dengan Berty sebagai panglimanya.
Peralatan perang mereka beraneka ragam. Ada senjata rakitan dan juga bom yang diramu dengan paku dan gotri. Di luar itu, mereka juga membawa sejumlah senjata tradisional seperti parang, tombak, dan panah.Sejumlah sumber menyebut bahwa dana Laskar Kristen bersumber dari beberapa pengusaha Kristen dan pendeta yang dekat dengan Agus Wattimena.
Laskar Kristus menyusup dan bercampur ke berbagai kelompok sipil yang ada di Ambon. Sebagian bergabung dengan gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) yang berkiblat ke Belanda. Dana kelompok ini dipasok dari anggota RMS di Belanda.

Sumber: VOI
Adrian-izzy.blogspot.com

Artikel Terkait

ambon
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email