pertengahan ramadhan kemarin :
ini kisah nyata , saya lupa tepatnya tanggal berapa.
tapi sekitar minggu ke dua atau ke tiga ramadhan kemarin.
hari malam jum'at ramadhan ketika itu,
seorang yang di tugaskan menjadi khatib jum'at sudah berada di shaf paling depan menunggu waktu masuk jum'at.
masjid ini berada di sebelah pasar tepatnya di kawasan lampung timur , dekat rumah paman saya sendiri dan kebetulan beliau juga memiliki kios di pasar itu dan jama'ah di masjid ini.
singkat cerita,tibalah waktu masuk dzuhur , naiklah sang khatib ke atas mimbar.
tragedi ini sangat menggelitik namun juga memalukan ummat.
di waktu yang bersamaan , sorang yang juga jama'ah masjid itu naik juga bersamaan dengan kahtib yang tadi.
mereka berdua saling sikut sikutan untuk naik ke mimbar,
mereka berdua berebut ingin bicara ,
yang satu pegang mic masjid dan yang satu pegangn mic kecil yang untuk di selipkan di baju ketika shalat.
sayang sekali bagi satu ustad yang pegang pengeras suara yang untuk khutbah micnya tidak bunyi , tapi tetap dia membuka khutbah jum'at , namun karna kalah suara dia terpaksa diam , namun tidak habis akal, mereka saling berebut mic masjid.
saling ingin bicara , suasana masjid mulai memanas , kegaduhan tidak terhindarkan , namun akhirnya karna tidak dapat mic,ustad yang satu tadi hanya berdiri saja di atas mimbar, sedang khatib jum'at berlangsung kembali dengan lebih tenang.
namun mereka berdua tetap berdiri di atas mimbar dengan sama sama pegang mic.
ketika khutbah telah selesai , khatib turun dan melaksanakan shalat.
saya fikir mereka akan sikut sikutan lagi rebutan imam.
tapi sepertinya satu ustad tadi mengalah dan menjadi ma'mum.
dan selesailah pada hari itu , secara otomatis pasar gaduh di ramaikan dengan tragedi khatib ganda ini !
jum'at setelah ramadhan :
datang seorang kyai berperawakan kurus berusia sekitar 60 tahunan mendatangi rumah salah satu ta'mir masjid di daerah lampung timur , sebelah pasar dekat rumah paman saya .
tujuan beliau ini adalah untuk minta menjadi khatib jum'at pada besoknya itu , di izinkan lah oleh ta'mir ini.
dan orang ini lah yang kemarin ikut ikut naik mimbar tapi tidak dapat kesempatan bicara
jum'at siangnya , tibalah dia menjadi khatib.
sekedar info , ustad ini dari muhammadiyah
sedangkan mayoritas masjid itu adalah NU .
setelah adzan :
suasana mulai gaduh dari sejak awal khatib naik mimbar,
entah bodoh atau lupa atau pikun yah,
khatib ini mengawali khutbah dengan mengucapkan salam ! .
ma'mum pun begok . di jawab salamnya.
ceramah deh tuh ustad ,
ceramahnya gak nanggung nanggung , hampir 45 menit khatib ini bicara panjangl lebar mengenai sejarah masjid ini .
dengan nada yang lantang.
masjid ramai waktu itu , sudah pada gelisah , di shaf depan kyai kyai NU sudah mulai banting banting tasbihnya,ada yang teriak teriak dari belakang , ada yang berdiri dan menunjukan jari telunjuk tanda waktu kepanjangan.
ada yang tepuk tangan bahkan ada ta'mir yang tadi di mintai izin untuk khutbah , segera keluar pulang mungkin dia tau kejadian bkal begini dan pindah ke masjid lain.
satu ketika muadzin sudah panas juga mungkin , tanpa menunggu komando dan aba aba , muadzin langsung komad.
padahal ustad lain sudah teriak dan melarang untuk komad dulu , tapi muadzin tidak mengindahkanya.
sedangkan si khatib masih khutbah , dan belum duduk di antara dua khutbah.
terpaksa , ta'mir masjid mengumumkan,bahwa siang itu tidak ada shalat jum'at, hanya shalat dzuhur biasa saja, karna rukun rukunya mungkin udah acak acakan.
pasar semakin rame lagi dengan tragedi yang kedua ini.
catatan :
-khatib mengucap salam
-ma'mum menjawab salam di shlat jum'at.
-ustadnya bicara dengan muadzin suapaya tidak komat dulu.
-ma'mum teriak teriak di belakang.
sungguh lucu tapi juga memilukan .
subuh setelahnya saya datang,
setlah shalat subuh saya meliahat seorang ustad tinggi besar,beliau ta'mir masjid yang memberikan izin kemarin.
marah marah di depan mimbar, sambil menyatakan ketidak sukaanya terhadap ustad muhammadiyah tadi.
saya kaget , memang kemrin ada kejadian apa ?
saya biasanya setelah shalat dan dzikir sebentar lalu pulang,karena malas liat ritual ritual di masjid itu kalau setelah shalat.
tapi subuh itu saya duduk sampai langit sudah agak terang sambil mendengarkan ustad ini mencak mencak marah.
saya memang gak ada di tempat , waktu kejadian berlangsung.
saya kemudian di ceritakan paman saya.
ternyata bentrokan antara NU dan MUHAMMADIYAH ini berlangsung lama,dari sejak awal mulanya masjid ini di dirikan.
oleh kalangan muhammadiyah yang di perintah lansung mentri agama pada tahun 70 atau 80an mungkin , untuk pembangunan masjid itu.
nah ketika masjid jadi , masuklah orang NU dan mengambil alih da'wah masjid.
kelompok muhammadiyah tersingkir (kisahnya begitu wallahua'lam)
jadi si ustad ini , ingin menyampaikan sejarah itu melalui mimbar jum'at.
tapi sayang sekali , masjid itu mayoritas sudah NU semua.
dan mereka tidak suka dengan pemikiran pemikiran baru yang masuk.
kejadian ini tidak hanya sekali tau dua kali saja.
beberapa waktu lalu juga sebelum kejadian jum'at itu ,
beberapa tahun sebelumnya,ada sekelompok jama'ah tabligh datang dan ingin masuk membaur di masjid itu dan ingin membuka lahan da'wahnya di masjid itu ,
namun di tolak mentah mentah oleh ta'mir masjid , dengan alasan takut terjadi perpecahan di kalangan masjid (mungkin yang mereka maksud perpecahan adalah , mereka takut pemikiran mereka hilang dan akhirnya kalah andil da'wah di masjid itu)
jama'ah tabligh melapor ke ikhwan mereka yang orang asli di daerah tersebut , ikhwan ini marah mendengar pelarangan dari ta'mir. . . karna marah , jama'ah ini datang lagi , namun dengan membawa parang besar ,dan marah marah dengan ta'mir masjid.
mau di bunuh mungkin kalau di larang !
karna takut , akhirnya di izinkan lah jama'h tabligh ini untuk bisa shalat dan berda'wah di majid itu.
setahun yang lalu kami juga sempat meminta izin ke ta'mir masjid untuk mengadakan kajian rutin di masjid itu , karna bberapa ikhwan sudah menunggu pelaksaanaanya tapi belum ada waktu yan pas,
kami mendatangi ta'mir masjid,untuk meminta izin,tapi jawabanya seperti biasa,kami di tolak dengan alasan perpecahan akan terjadi.
kami berdebat hebat , dan pada akhirnya kami mengalah dan tdk jadi sembari menyampaikan kepada ta'mir beberapa nasihat.
patut di sayangkan perpecahan sudah terjadi bahkan sejak lama.
dan pada akhirnya , kami jarang shalat di masjid itu kalau tidak kepepet.
suasananya selalu panas.
apa lagi kami di katakan kalangan wahaby . wah repot .
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka" (al fath : 29 )
sekian dulu cerita siang ini , mudah mudahan membwwa manfaat,
WASSALAM . . . . . !
DUA KHATIB JUM'AT DALAM SATU MIMBAR
4/
5
Oleh
Adrian Printing

